70 Persen Jamaah Haji Pasuruan Telah Pulang, Cuaca Panas Saudi Menjadi Tantangan Jemaah Haji Tahun 2024

admin

PASURUAN (dialogmasa.com) – Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan Syaikhul Hadi melaporkan bahwa 70 % jemaah haji asal kabupaten Pasuruan telah pulang. Hal ini ia sampaikan saat dikonfirmasi media Senin siang, 1 Juli 2024.

“Kedatangan jamaah haji Kabupaten Pasuruan sudah 70 persen yaitu sebanyak tiga kloter,” jelasnya.

Jadwal Kepulangan Jamaah Haji Kabupaten Pasuruan:

SUB 30: 366 jamaah – Mendarat di Juanda pada Minggu, 30 Juni 2024; 18:05 WIB.

SUB 31: 366 jamaah – Mendarat di Juanda pada Minggu, 30 Juni 2024; 20:55 WIB.

SUB 32: 361 jamaah – Mendarat di Juanda pada Minggu, 30 Juni 2024; 23:35 WIB.

SUB 45: 194 jamaah – Dijadwalkan mendarat di Juanda pada Kamis, 4 Juli 2024; 15:05 WIB.

SUB 46: 103 jamaah – Dijadwalkan mendarat di Juanda pada Kamis, 4 Juli 2024; 17:55 WIB.

SUB 64: 2 jamaah – Dijadwalkan mendarat di Juanda pada Selasa, 9 Juli 2024; 22:50 WIB.

SUB 66: 1 jamaah – Dijadwalkan mendarat di Juanda pada Rabu, 10 Juli 2024; 22:00 WIB.

SUB 98: 3 jamaah – Dijadwalkan mendarat di Juanda pada Sabtu, 20 Juli 2024; 03:45 WIB.

Namun, ada kabar duka dari kloter 32.

Syaikhul juga mengkonfirmasi bahwa seorang jemaah meningal di Saudi tanggal 30 Juni lalu.

“Seorang jamaah haji, Nasir Legimun, meninggal dunia pada tanggal 30 Juni 2024. Almarhum berasal dari Dusun Jonggan RT 03 RW 07 Durensewu, Pandaan.”

Ketua kloter 45, Salahudin Rahmat, yang masih berada di Saudi Arabia, berbagi cerita tentang perjuangan jamaah haji di tanah suci tahun ini.

“Cuaca di Mina mencapai 48°C, namun tidak mengurangi semangat jamaah haji Indonesia (Kloter SUB 45) untuk melaksanakan ibadah wukuf di Arafah dan Mina (lempar jumroh). Saat wukuf di Arafah, suhu mencapai puncaknya sekitar 52°C. Para jamaah menghindari terik matahari dengan tetap berada di tenda, sambil berdzikir dan beribadah, serta hanya keluar tenda seperlunya untuk mengambil wudhu dan ke toilet,” ungkapnya.

Di Mina, kapasitas tenda yang tidak mencukupi membuat para jamaah berbagi tempat dengan jamaah lain agar semuanya bisa berlindung dari panasnya matahari saat mabid. Untuk menghindari sengatan matahari, jamaah haji kloter SUB 45 mengatur jadwal lontar jumroh pada pagi hari bakda subuh dan sore hari pukul 16.00.

“Hal ini dilakukan untuk menghindari dampak heatstroke karena panasnya matahari, dan menjaga stabilitas tubuh dengan selalu membawa air minum,” jelas Salahudin. (Ali/WJ)

Postingan Terkait

Tinggalkan komentar

×