Aksi solidaritas Dukung Bangsa Palestina, KUMAIL : Kami Disini Menyatakan Perlawanan Kepada Kezaliman

admin

SURABAYA (dialogmasa.com) – Komite umat Islam anti Amerika dan Israel (KUMAIL) mengelar aksi solidaritas dukungan untuk bangsa Palestina di Surabaya Jum’at, 05/04/24.

Slogan-slogan kecamatan terhadap zionis Israel mereka tunjukkan dalam papan-papan yang mereka bawa. Diantara kecamatan yang mereka tulis antara lain ; Stop Genosida di Gaza, Tolak normalisasi hubungan dengan zionis, Enyahkan penjajah Israel, Normalisasi sama dengan persekongkolan dengan penjajah, Stop pembantaian rakyat Palestina, dan berbagai slogan-slogan lainnya.

Syair perjuangan dan Pekikan takbir diulang-ulang sebagai energi dan syiar perlawan atas penjajah Israel.

“Allahuakbar, Islam terbesar kemenangan dari Allah mampus Amerika mampus Israel,” demikian para peserta aksi berteriak kompak sepanjang kegiatan longmarch dan di sela-sela orasi.

Muhsin labib salah satu orator menegaskan bahwa mereka turun ke jalan sebagai wujud perlawanan kepada kezaliman.

“Kita di sini bersama warga dunia lainnya bukan untuk menyadarkan manusia biadab tapi untuk menyatakan perlawanan kepada kezaliman,” terangnya.

“Kalian di sini bukan hanya untuk berteriak-teriak tapi untuk menegaskan bahwa kita berdiri bersama bangsa Palestina,” imbuhnya menegaskan.

Koordinator Media center Kumail, Mahdi menjelaskan latar belakang kegiatan aksi KUMAIL hari ini.

“Aksi hari ini dalam rangka memperingati hari Al quds internasional yaitu hari Jum’at terakhir di bulan suci Ramadan yang di canangkan sebagai hari internasional untuk pembelaan terhadap bangsa Palestina,” tuturnya kepada media.

“Kegiatan hari ini tidak hanya di laksanakan di Surabaya namun di kota lain di Indonesia seperti jakarta, Semarang, Banjarmasin, Balikpapan, Palembang dan selainnya, selain di Indonesia di luar negeri pun banyak yang menyelenggarakannya hari ini,” imbuhnya.

Masih Mahdi, “Kumail sejak 25 tahun berdiri nya konsisten menentang segala bentuk penjajahan yang dilakukan oleh Israel kepada bangsa Palestina termasuk menentang solusi adanya dua negara yang banyak disuarakan oleh beberapa negara.”

“Kumail ingin menegaskan bahwa penjajahan ini bukan di mulai sejak terjadinya badai Al quds atau gerakan perlawanan pada tanggal 7 Oktober 2023 lalu melainkan penjajahan itu telah dimulai sejak tahun 1948 sehingga kami mengajak seluruh masyarakat untuk bisa memilah berita yang beredar terutama dari media yang berusaha mengaburkan dari inti masalah utama dengan narasi-narasi seperti Hamas berhak membela diri tapi caranya salah dan lain sebagainya,” tutupnya menghimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi.

Jurnalis: Ali

Editor: WJ

 

Postingan Terkait

Tinggalkan komentar

×