Gelombang Dukungan Gus Mujib Bupati Pasuruan Terus Berdatangan

admin

PASURUAN (dialogmasa.com) – Dalam acara pengajian umum dan santunan anak yatim yang diadakan di Masjid Al Mubarok Dusun Biting, Desa Sukorame Sukorejo pada 8 Juli 2024, Gus Mujib kembali mendapatkan dukungan kuat dari warga Nahdiyyin.

Acara yang semula direncanakan dihadiri oleh penceramah utama, Ustadzah muda Neng Umi Laila, harus berubah karena kondisinya yang sedang sakit, sehingga digantikan oleh Kiyai Jenggot.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Mujib menyampaikan janji penting bagi warga setempat, “Semoga berhasil menjadi Bupati Pasuruan tahun ini. Jika itu terjadi, saya usahakan jalan di sini segera diperbaiki,” ujar Gus Mujib yang disambut dengan antusias oleh ribuan warga yang hadir.

Gus Mujib juga mengenang capaian saat ia menjadi wakil Gus Irsyad, “Alhamdulillah, perjuangan saat saya bersama Gus Irsyad, warga Pasuruan jika berobat cukup dengan KTP,” ujarnya, mengingatkan kembali program kesehatan yang telah membantu banyak warga.

Lebih lanjut, Gus Mujib menyampaikan fakta mengenai potensi ekonomi Pasuruan, “Pasuruan banyak pabrik dan pertanian tembakau. Tercatat pendapatan bagi hasil cukai Kabupaten Pasuruan mencapai 300 miliar lebih per tahun dan merupakan yang terbesar se-Indonesia.”

Sebagai penutup, Gus Mujib mengajak warga setempat yang mayoritas warga nahdiyyin untuk bersatu dalam ikhtiar menjemput takdir Allah SWT, “Ikhtiar kita menjemput takdir Allah SWT. Mari kita kompak agar yang menjadi Bupati adalah kader NU dan kader PKB,” seru Gus Mujib yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari warga.

Warga yang hadir pun menunjukkan kemantapan memilih Gus Mujib dalam pilkada mendatang, karena yakin Gus Mujib jujur karena backgroundnya adalah guru yang tentunya akan menjadi sorotan bagi santri dan wali muridnya.

“Saya mantap dukung Gus Mujib, karena saya yakin beliau jujur dalam memimpin! Kan beliau guru punya murid dan ada wali murid, bagaimana jika beliau tidak jujur sedangkan beliau adalah panutan,” ujar warga yang mengikuti pengajian dan enggan disebut namanya. (Ali/Wj)

Postingan Terkait

Tinggalkan komentar

×