Hari Tari Sedunia, Menjadi Ajang Promosi dan Pelestarian Budaya di Kancah Internasional

nasuchassano_

PASURUAN (dialogmasa.com) Hari ini, Senin, 29 April 2024 ditetapkan sebagai hari tari sedunia. Hari tari sedunia menjadi ajang apresiasi keindahan, keunikan dan keberagaman seni tari dan segala bentuknya.

Momen ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menghargai kontribusi para seniman tari dalam memperkaya budaya kita.

Dengan diperingatinya hari tari sedunia ini, kita dapat menjaga, melestarikan, memelihara juga dapat mempromosikan warisan aneka ragam budaya yang kita miliki di seluruh dunia. Secara tidak langsung akan membantu peningkatan kesadaran publik mengenai pentingnya seni tari dalam membentuk identitas budaya, memperkaya kehidupan kita, dan juga sebagai media komunikasi dan ekspresi yang kuat.

Sumber : ig @ss_gandhisluwes

Selain itu, seni tari juga memiliki dampak positif bagi masyarakat. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Catur Kiswantini, atau bu Titin sebagai pembina sekaligus pemilik sanggarseni Gandhes Luwes Pasuruan.

“Dampak positif dari tari bagi masyarakat baik secara individu atau kolektif lebih ke penikmat, tari selain menjadi seni juga menjadi hiburan. Seni memiliki banyak dampak mulai dari bagi pelaku hingga bagi penikmatnya,” ungkapnya.

Menurutnya, tari memiliki makna sendiri dalam setiap karya. Tari bisa menjadi branding suatu daerah. Dalam penyajian tari memiliki komposisi. Dan bisa berkolaborasi dengan komponen lain, ini dapat menjadi wadah pemersatu juga.

“Tantangan yang dihadapi oleh seorang penari adalah ketika berproses dan menghafal. Tantangan lainnya ada pada pembuatan karya harus benar benar memikirkan makna dan isi dari karya tersebut.” Pungkas bu Titin.

Reporter : Nana

Editor: WJ

 

Postingan Terkait

Satu pemikiran pada “Hari Tari Sedunia, Menjadi Ajang Promosi dan Pelestarian Budaya di Kancah Internasional”

  1. Ping-balik: Porensky Minta DPRD Pasuruan Buat Raperda Poligami, Cegah Kerugian Perempuan dan Anak - Dialogmasa

Tinggalkan komentar

×