Kemeriahan Ibadah Natal Bersama Siswa Pasuruan Diwarnai Pesan Kebangsaan dan Kedamaian

admin

PASURUAN (dialogmasa.com) – Suasana hangat Natal menggema di Taman Candra Wilwatikta Pandaan pada Jumat, 5 Januari 2024, dalam Kebaktian Kebangunan Rohani Natal Siswa Pasuruan. Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh dan siswa Kristen Kabupaten Pasuruan ini menjadi momentum kebersamaan.

Hadir berbagai tokoh ternama seperti Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kabupaten Pasuruan, Pdt. Purwanto; Kepala Sekolah SDK Baithani, Bpk. Natan Nael Dwi Sunyono; serta Gembala Sidang Gereja Kristen Abdiel, Ibu Pdt. Ernawati. Hadir pula para tokoh dari Pokjawas PAK Jatim, Pembimas Kristen Jatim, Pengawas Agama Kristen, hingga para Kepala KUA Kecamatan seperti Bpk. Amaludin, Bpk. Jamaludin, dan Bpk. H. Ali Shodiqin.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, H. Syaikhul Hadi, memberikan sambutan, menekankan pentingnya memberikan wawasan kebangsaan kepada anak-anak sebagai dasar cinta tanah air, “Perayaan Natal tahun 2023 adalah bentuk nyata kebersamaan dan persatuan kita,” ucapnya.

Ia juga mendorong umat Kristen untuk menata hidup yang bermartabat, bersatu, rukun, dan damai, termasuk pentingnya cinta pada tanah air dan damai dalam persaudaraan. “Semua umat beriman tentu berharap keselamatan bagi hamba untuk hidup damai dan sejahtera,” tambahnya.

Baca Juga: Pesan Kerukunan Antar Umat Beragama Hiasi Resepsi Hari Amal Bhakti ke-78 Kementerian Agama RI

Sambutan Kepala Kemenag juga menyinggung fungsi KKG dan MGMP dalam mewujudkan kerjasama antar sekolah demi menyelenggarakan Natal bersama Pasuruan Raya, sekaligus tentang kepedulian guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) untuk memberikan layanan mengajar di sekolah yang tidak memiliki guru PAK.

“Dengan Natal, teruslah bergerak aktif menjaga kedamaian dan memelihara persatuan dan kesatuan,” tegasnya. Kemudian mengajak semua hadirin untuk menjaga toleransi dan menghormati perbedaan.

Peserta siswa Kristen se-Kabupaten Pasuruan mencapai sekitar 700 siswa. Ibadah Natal tersebut diakhiri dengan momen indah saat lilin bersama dinyalakan (candle light), menjadi simbol kebersamaan dan perdamaian yang harus terus dijaga di tengah keberagaman.

Jurnalis: Abd

Editor: Wardah

 

Postingan Terkait

Tinggalkan komentar

×