Lokasi Kecelakaan Mini Bus di Rejoso Merupakan Titik Rawan, Palang Pintu Belum Difungsikan

kamilio_

Pasuruan (dialogmasa.com) – Kabupaten Pasuruan dilanda duka menyusul kecelakaan maut yang menimpa rombongan majelis Pondok Pesantren Sidogiri, Selasa (7/5/2024).

Empat orang tewas dalam insiden tragis ini, dengan rincian tiga meninggal di lokasi dan satu lainnya di rumah sakit. Sementara 3 penumpang lainnya selamat.

Korban yang meninggal dunia adalah Hj Munjiyah binti KH Noerhasan bin Nawawie dari ponpes Sidogiri, Ning Maslahah binti Tohir (Sidogiri), Ning Aidah binti Mahfud (Gayam), dan Ning Alwiyah binti Ali (Kepuh, Kejayan).

Kecelakaan itu terjadi di perlintasan Dusun Panjeng, Desa Patuguran, yang merupakan salah satu titik rawan kecelakaan.

Meskipun pemerintah telah membangun pos dan palang di perlintasan KA yang diberi nama perlintasan KA JPL 146, serta dilengkapi dengan palang pintu, namun hingga kini pos JPL 146 belum berfungsi sepenuhnya.

Palang pintu pun belum bisa menutup kala kereta api lewat. Kondisi ini membuat perlintasan KA tersebut masih dijaga oleh sukarelawan.

“Perlintasan itu sebenarnya sudah terpasang palang, cuma belum dioperasikan,” ujar Kompol Andri, Waka Polres Pasuruan Kota. (Lio/*)

Postingan Terkait

Satu pemikiran pada “Lokasi Kecelakaan Mini Bus di Rejoso Merupakan Titik Rawan, Palang Pintu Belum Difungsikan”

  1. Ping-balik: Outing Class SDN Dermo 1 Bangil, Bermain dengan Binatang Hingga Belajar Membuat Yoghurt - Dialogmasa

Tinggalkan komentar

×