Mbah Soleh Semendi, Pewaris Kebijaksanaan dari Cirebon ke Pasuruan

admin

PASURUAN (dialogmasa.com) – Mbah Soleh Semendi, yang dikenal juga dengan sebutan Mbah Semendi, merupakan tokoh yang berasal dari Cirebon dan merupakan putra dari Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati.

Kisah perjalanan hidupnya menjadi warisan berharga bagi masyarakat, khususnya di Pasuruan, Jawa Timur.

Menurut cerita yang disampaikan oleh Mbah Yai Djasim, daerah Pasuruan pada masa itu dikuasai oleh penganut agama Hindu dan Buddha, dengan daerah Winongan sebagai salah satu pusat kekuatan.

Baca Juga: Pemkab Pasuruan Memangkas Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan

Melihat kondisi tersebut, Mbah Soleh Semendi memutuskan untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam di Jawa Timur, terutama di Winongan.

Sebelum berdakwah, Mbah Semendi memikirkan strategi yang tepat. Ia memutuskan untuk menaklukkan tokoh utama agama Buddha terlebih dahulu, karena meyakini bahwa dengan cara ini proses dakwah akan lebih efektif.

Setelah melalui duel spiritual dengan tokoh agama Buddha bernama Mbah Labuh Genni, Mbah Semendi berhasil memenangkan hati dan mengislamkan Mbah Labuh Genni serta banyak pengikutnya.

Mau Penghasilan Tambahan? Klik link di sini: Ambil Saldo Gratisnya!

Setelah menaklukkan tokoh agama Buddha, Mbah Semendi mendirikan langgar atau surau tempat berkumpulnya para pengikutnya.

Banyak orang yang belajar dan mengaji di tempat ini, termasuk Mbah Sulaiman Mojo Agung dan Mbah Arif Segoropuro, yang merupakan putra dari Syarifah Khodijah binti Sunan Gunung Jati.

Mbah Sulaiman dan Mbah Arif datang ke Pasuruan untuk mencari ilmu. Mereka tawadhu’ (merendah) dan belajar dengan sungguh-sungguh, bahkan tidur di kebun dengan bantal dari akar pohon Gayam.

Setelah beberapa waktu, Mbah Semendi menyadari keilmuan dan ketulusan kedua santrinya, sehingga memutuskan untuk menikahkan mereka dengan putrinya.

Kisah perjalanan hidup Mbah Soleh Semendi menjadi legenda yang terus dikenang oleh masyarakat Pasuruan. Banyak keturunan dan pesantren di Pasuruan yang berasal dari pengajaran dan warisan spiritual beliau.

Sebagai catatan, jejak perjalanan spiritual Mbah Buyut Soleh Semendi ini dinukil dari Kyai Makhin Manaf Lebak yang beliua dapat dari Kyai hasbulloh Bungul Malang, Mbah Kyai Djasim Nur Podokaton, dan KH Ahmad muhammad Lebak Winongan.

Jurnalis: Lio

Editor: WJ

 

Postingan Terkait

Satu pemikiran pada “Mbah Soleh Semendi, Pewaris Kebijaksanaan dari Cirebon ke Pasuruan”

  1. Ping-balik: Mbah Dul, Sosok Wali Penuh Karomah yang Namanya Harum di Kabupaten Pasuruan | Dialogmasa

Tinggalkan komentar

×