Menengok Aktifitas Masyarakat Siyar Rembang, Desa Pengrajin Bambu

admin

PASURUAN (dialogmasa.com) – Kekayaan kabupaten Pasuruan beranekaragam termasuk diantaranya jenis kegiatan perekonomian masyarakat nya.

Seperti halnya penduduk desa Siyar Rembang, mayoritas masyarakat sana berprofesi sebagai pengrajin bambu.

Diantara produk yang dihasilkan ialah Tempeh, Erek, Capil, Tempat memasak nasi, Kipas bambu, Hiasan toples, Hampers, Tempat tisu, Nampan, Cup lampu, Jam dinding, Pigora, dan aksesoris lainnya.

Pekerjaan ini sudah mengakar dalam di masyarakat setempat sejak orang tua mereka. Mereka menjual produk kreasi bambu ke pasar-pasar yang ada di Jawa Timur hingga keluar kota bahkan luar negeri.

Baca Juga: Pasar Desa Rembang, Menjadi Solusi Ekonomi Desa dan Pusat Belanja yang Dekat Bagi Masyarakat

Pengrajin sekaligus pengepul produk kerajinan bambu, Toyip mengaku bahwa sebelum covid-19 lalu penjualan cukup pesat baik keluar kota, luar pulau seperti Kalimantan, bahkan ke luar negeri seperti Turki.

“Sebelum corona dulu bisa di jual hingga turki, sekarang sulit,” ujar toyip di rumahnya, Jumat (10/05/24).

“Alhamdulillah penjualan tetap jalan tapi tidak seperti dulu, banyak pelanggan yang beralih usaha saat covid dulu sehingga pelanggan-pelanggan itu tidak lagi order,” imbuhnya.

Adapun bapak Jumairi Pengrajin Tempeh mengaku dalam seminggu bisa membuat 50 Tempeh kurang lebihnya dengan harga 9.000 – 10.000 rupiah per Tempeh.

“Seminggu bisa membuat sekitar 50 Tempeh dengan harga 9.000-10.000 / Tempeh,” cetusnya.

Masih Jumairi dia mengaku bahwa ini merupakan pekerjaan yang patut disyukuri namun pekerjaan ini hanya cukup untuk makan tidak cukup untuk kebutuhan lainnya.

“Kalau buat makan sih cukup, tapi tidak bisa untuk menutupi kebutuhan hidup lainnya,” tutup Jumairi mengeluh.

Jurnalis: Ali

Editor: WJ. 

 

Postingan Terkait

Tinggalkan komentar

×