Mengenal Prepegan, Tradisi Masyarakat Jawa Menjelang Hari Besar

admin

PASURUAN (dialogmasa.com) – menjelang hari raya Idul Fitri masyarakat disibukan dengan berbagai aktifitas, seperti bersih bersih, memasak serta berbondong bondong belanja ke pasar guna memenuhi kebutuhan selama lebaran.

Tradisi ini disebut dengan prepegan. Prepegan merupakan istilah penyebutan tradisi dua hari menjelang hari besar seperti lebaran, ditandai dengan ramainya pasar sebab banyak masyarakat yang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan selama hari raya nanti.

Prepegan sendiri ada dua macam. Prepegan kecil dan juga Prepegan besar. Prepegan kecil yakni dua hari menjelang lebaran, sedangkan prepegan besar satu hari sebelum lebaran.

Menurut Ilham Prasetyo, salah satu Budayawan Pasuruan mengatakan secara literasi makna dari Prepegan sendiri memang tidak ada, namun bisa diambil dari bahasa Jawa dari kata ‘Prepeg’ atau mendesak.

“Literasi nya memang tidak ada, tapi bisa di diambil dari arti pepegan. asal kata prepeg dari bahasa Jawa, prepeg = mendesak, penambahan an (kata kerja), artinya melakukan kegiatan karena kebutuhan yg mendesak dikarenakan akan mempersiapkan suatu hal. hal ini biasanya untuk mempersiapkan hari hari besar atau perayaan tertentu,” ucapnya pada dialog masa Senin, 08 /04/2024.

Seperti halnya di Pasar Pasrepan, pada saat Prepegan para pengunjung dan pedagang memadati pasar pasar tradisional. Banyak sekali yang dijajakan, mulai dari pakaian, sembako, kue lebaran, daging dan lain lain.

Selain itu banyak juga ditemui pedagang musiman. Mereka menggelar barang dagangan nya sepanjang jalan menuju pasar. Seperti penjual janur untuk ketupat, penjual buah dan juga kue lebaran.

Siti Zulaikha, salah satu pedagang di Pasar tersebut merasa bersyukur sekali, momen prepegan ini menjadi berkah untuk kita semua khususnya pedagang di pasar.

“Alhamdulillah, prepegan memang menjadi momen yang ditunggu oleh para pedagang di pasar, karena jumlah pembeli lebih banyak dari hari hari biasanya. Dan semoga menjadi berkah untuk kita semua” ungkapnya.

Jurnalis : Nana

Postingan Terkait

Tinggalkan komentar

×