Menggunakan Teknik Jahit Tembus, Sepatu dan Sandal Kulit Muhammad Fuad Berhasil Bertahan Selama 3 Generasi

wrdmfd_

PASURUAN (dialogmasa.com) – Seorang pengrajin sepatu dan sandal kulit, Muhamad Fuad (47), asal Kampung Kuno, Bangilan, Pasuruan, telah menggeluti dunia kerajinan kulit sejak tahun 2010.

Fuad merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha keluarga, dan tetap mempertahankan proses pengerjaanya secara manual, mulai dari pemotongan, jahitan, hingga pewarnaan, hal itu ia ceritakan kepada dialog masa Sabtu, (25/05/2024).

Fuad menggunakan pisau khusus bernama pangot untuk menipiskan kulit. Prinsip yang dipertahankannya ialah kualitas barang, “Ada harga ada kualitas”.

Baca Juga: Marak Kecelakaan Melibatkan Bus, Dinas Perhubungan Surati Stakeholder Pendidikan

Prinsip ini menjadi pegangan utama dalam usahanya. Sandal kulit buatan Pak Fuad di bandrol antara Rp. 50.000 rupiah hingga Rp. 90.000 rupiah per potong.

Faktor pembeda produk Fuad dengan produk lainnya adalah teknik jahit tembus yang digunakannya.

“Yang membedakan dari produk kita jahitannya, karena kebanyakan produk lain tidak pakai jahit tembus,” terang Fuad.

Fuad memproduksi sandal kulit skala besar hanya di bulan tertentu, seperti di bulan bulan besar misal bulan suci Ramadhan atau bulan maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain itu dia juga sering kali mengikuti pameran yang diadakan oleh pemerintah kota untuk menjangkau costumer di luar kota Pasuruan dan luar provinsi Jatim.

Di luar bulan-bulan besar tersebut, Fuad melayani pesanan secara custom atau sesuai permintaan konsumen.

Jurnalis : wrd

Editor: WJ

 

Postingan Terkait

Tinggalkan komentar

×