Mengurangi Garam, Menyelamatkan Nyawa

admin

Sumber: Pinterest

Artikel (dialogmasa.com) – Mengapa konsumsi garam harus dibatasi?

Garam adalah penyedap makanan dan penting bagi tubuh, namun kebanyakan orang, termasuk di Indonesia, mengonsumsinya lebih dari dua kali lipat rekomendasi WHO. Konsumsi garam berlebih menyebabkan 1,8 juta kematian setiap tahun.

Konsumsi garam berlebih meningkatkan tekanan darah yang bisa menyebabkan stroke, serangan jantung, atau gagal jantung. Selain itu, ada bukti ilmiah bahwa garam berlebih juga bisa menyebabkan kanker lambung, obesitas, dan osteoporosis.

Di Indonesia, konsumsi garam berlebih menjadi beban kesehatan dan ekonomi. Penyakit jantung adalah penyebab kematian tertinggi, dengan tren yang meningkat. Data BPJS Kesehatan 2021 menunjukkan biaya kesehatan terbesar berasal dari penyakit jantung, mencapai Rp 7,7 triliun.

Konsumsi garam berlebihan bisa memicu hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat dari 28,5% pada 2013 menjadi 34,1% pada 2018. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, “Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, penyebab kematian nomor satu di dunia dan Indonesia.”

Riskesdas 2018 mencatat bahwa sekitar 2,78 juta orang di Indonesia menderita penyakit jantung.

WHO merekomendasikan konsumsi garam maksimal 5 gram per hari untuk orang dewasa. Namun, rata-rata konsumsi global mencapai 10,78 gram per hari pada 2019. Sumber asupan garam terbanyak berasal dari jajanan pinggir jalan atau makanan cepat saji.

Mengurangi asupan garam dapat melindungi masyarakat dari penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular. Kebijakan pengurangan garam dapat menghemat biaya kesehatan dan menyelamatkan sekitar 7 juta nyawa secara global pada 2030. Mengganti garam dengan garam rendah natrium juga bermanfaat bagi kesehatan dan menghemat biaya kesehatan hingga Rp 27,7 triliun.

Riset dari Griffith University Australia dan BRIN menunjukkan bahwa penyediaan garam rendah sodium dapat mengurangi tekanan darah dan mencegah serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Selama 10 tahun pertama, pengurangan garam dapur dengan garam rendah sodium dapat mencegah hingga 1,5 juta kejadian penyakit kardiovaskular dan lebih dari 640.000 kasus baru penyakit ginjal kronis.

Artikel ini dilansir dari kompas.id.

Tags

Postingan Terkait

Tinggalkan komentar

×