Wisuda Yayasan Miftahul Ulum Al Yasini, KH. Mujib Imron Menekankan Peran Pesantren Dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI 

admin

PASURUAN (dialogmasa.com) – Yayasan Miftahul Ulum Al Yasini menggelar acara wisuda bersama yang bertempat di komplek Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini, Minggu (23/06/24).

Wisuda kali ini melibatkan berbagai instansi di bawah naungan yayasan, di antaranya SDIC, MTs, SMPU, SMP Unggulan, SMPN 2 Kraton, MAN 2 Pasuruan, SMA Excellent, SMK Sultan, STAI Al Yasini, Madin Salafiyah, LPQ dan LPBA Al Yasini, serta SMKN 1 Wonorejo. Total jumlah lulusan yang diwisuda pada kesempatan ini mencapai 1245 siswa dan siswi.

Sebagian besar wisudawan merupakan santri dan santriwati Ponpes Terpadu Al Yasini, kecuali beberapa siswa dari SMKN 1 Wonorejo yang berasal dari luar pondok pesantren.

Acara wisuda ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan, mulai dari wali santri, habaib, masyayikh pengurus PCNU, Bu Nyai Sidogiri Besuk Lekok, forkopimcam Kraton dan Wonorejo, hingga Bapak PJ Bupati Pasuruan, Andriyanto.

Yayasan Miftahul Ulum Al Yasini memadukan pendidikan agama dan umum, serta mengembangkan berbagai skill penting bagi masa depan pelajar. Beberapa di antaranya meliputi pendidikan bilingual (bahasa Arab dan Inggris), membaca kitab kuning, tahfidz Al Qur’an, tahfidz alfiyah, tahfidz imrity, dan skill lainnya.

Pembina Yayasan, KH Mujib Imron, dalam sambutannya menekankan pentingnya konsistensi pondok pesantren dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pondok pesantren harus konsisten dan komitmen untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar KH Mujib Imron.

Beliau juga menambahkan bahwa pondok pesantren harus mampu menjawab perkembangan zaman namun tetap berpegang pada ajaran pesantren salaf yang hafal alfiyah, hafal imrity, dan lainnya.

Terpisah Ketua Yayasan, H Jainudin, menyampaikan kebanggaannya atas prestasi para santri Al Yasini, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

“Alhamdulillah, prestasi santri Al Yasini luar biasa, baik prestasi akademik maupun non-akademik,” kata H Jainudin.

Beliau juga menyebutkan beberapa pencapaian luar biasa, seperti seorang wisudawan tahfidz Alquran 30 juz yang diterima di jurusan kedokteran UIN Maliki Malang dan seorang wisudawati yang diterima dalam program pertukaran pelajar ke Singapura.(Ali/WJ)

Postingan Terkait

Tinggalkan komentar

×